Mengenal Digital Forensik IT

November 18, 2009

Ruby Alamsyah, salah seorang ahli forensik digital IT yang diberikan kewenangan sebagai saksi Ahli Forensik Digital untuk kasus email Prita Mulyasari,  dalam wawancaranya yang kemudian di muat pada salah satu artikel di dutamasyarakat.com , menjelaskan bahwa digital forensik merupakan turunan dari disiplin ilmu teknologi informasi (information technology/IT) di ilmu komputer, terutama dari ilmu IT security. Kata forensik itu sendiri secara umum artinya membawa ke pengadilan. Digital forensik atau kadang disebut komputer forensik ialah ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.  Barang bukti digital (any digital evidence) tersebut bisa berupa handphone, notebook, server, atau alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa.

Menurut Ruby Alamsyah, ada beberapa tahap yang dilakukan dalam mekanisme kerja seorang ahli digital forensik yaitu sebagai berikut:

Pertama, setelah menerima barang bukti digital, harus dilakukan proses acquiring, imaging atau bahasa umumnya kloning yaitu mengkopi secara presisi 1 banding 1 sama persis. Misalnya ada hard disc A kita mau kloning ke hard disc B, maka hard disc itu 1:1 persis sama isinya seperti hard disc A walaupun di hard disc A sudah tersembunyi ataupun sudah dihapus (delete). Semuanya masuk ke hard disc B. Dari hasil kloning tersebut barulah seorang digital forensik melakukan analisanya. Analisa tidak boleh dilakukan dari barang bukti digital yang asli karena takut mengubah barang bukti. Kalau kita bekerja melakukan kesalahan di hard disk kloning maka kita bisa ulang lagi dari yang aslinya. Jadi kita tidak melakukan analisa dari barang bukti asli.

Kedua, menganalisa isi data terutama yang sudah terhapus, tersembunyi, terenkripsi, dan history internet seseorang yang tidak bisa dilihat oleh umum. Misalnya, apa saja situs yang telah dilihat seorang teroris, kemana saja mengirim email, dan lain-lain. Bisa juga untuk mencari dokumen yang sangat penting sebagai barang bukti di pengadilan.

Sumber : http://dutamasyarakat.com/artikel-24476-teknik-forensik-teliti-bukti-digital.html (diakses 11 Nopember 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: