Indikator dan Tujuan Pembelajaran Pada RPP

December 13, 2009

Menyusun RPP. Source Gambar dari http://3.bp.blogspot.com/

Tanggal 11-12 Desember 2009 kemarin, alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mengikuti Pendidikan & Pelatihan Profesionalisme Guru Madrasah yang bertempat di Mts.Al-Mukhtariyah Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat. Narasumbernya dari Tim DBE (decentralization based education) Bandung. Acaranya padat dari pagi sampai sore, dikemas sedemikian rupa sehingga banyak yang kami dapatkan dari hasil diklat kemarin.

Dari sekian rangkaian bahasan pada diklat tersebut, salah satu yang menarik adalah mengenai teknis penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Terutama mengenai apa perbedaan antara Indikator dan Tujuan Pembelajaran ? Jika ada anggapan bahwa Indikator dan Tujuan Pembelajaran adalah sama, maka perlukah Tujuan Pembelajaran di tuliskan kembali dalam RPP ? Nah, pada tulisan kali ini saya coba menyampaikan kembali apa yang menjadi jawaban dari pertanyaan tadi, dari hasil diklat kemarin.

Indikator

Pada format standar RPP (dari Diknas), Indikator ditulis terlebih dahulu setelah Kompetensi Dasar dan baru kemudian Tujuan Pembelajaran.

Indikator merupakan perubahan perilaku yang muncul dari siswa setelah berlangsungnya proses pembelajaran. Untuk membantu kita menyusun indikator, bisa digunakan metoda SMART Key. Maksudnya indikator yang dibuat harus memenuhi syarat berikut :

S pecific            : Indikator yang dibuat haruslah berfokus pada satu kemampuan. Misalkan “mengidentifikasi berbagai peralatan TIK”, disini jelas bahwa perubahan perilaku yang muncul dari siswa setelah pembelajaran, siswa mampu mengidentifikasi sesuatu. Tidak boleh, “mengidentfikasi dan menjelaskan…”

M easurable      : Artinya indikator harus dapat diukur dan dievaluasi. Kesalahan yang sering muncul dalam penulisan Indikator adalah penggunaan kata “memahami” misalkan, “Memahami keuntungan penggunaan TIK”, saat siswa ditanya apakah kamu paham, bias ssaja menjawab ya, tapi guru tentu akan sulit untuk melakukan pengukuran dan evaluasi sampai sejauh mana sebetulnya siswa tersebut paham.

A chievable       : Artinya harus bisa diraih atau dicapai oleh siswa.

R eality             : Nyata dalam prosesnya. Maksudnya, indikator tersebut benar-benar dapat tampil secara nyata muncul setelah proses pembelajaran.Dan;

T ime    : Perhitungan waktu mencukupi. Maksudnya indikator yang dituliskan sesuai dengan alokasi waktu pada RPP bersangkutan.

Tujuan Pembelajaran

Berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam RPP. Tujuan pembelajaran berarti juga sesuatu yang diharapkan muncul pada siswa setelah proses pembelajaran, misalnya mengidentifikasi, menjelaskan, menunjukan, dan kata operasional lainnya.

Dengan kata lain, bukankah ini sama saja dengan indikator? Maka, dalam penulisan tujuan pembelajaran pada format RPP, kita tinggal menyalin ulang indikator yang telah disusun, hanya saja kita menambahkan kata “dapat”. Misalnya, “Siswa dapat … ” atau “Peserta didik mampu …”.

Tujuan pembelajaran ini, bersifat opsional, boleh dituliskan atau tidak. Sehingga menurut saya pribadi, jika mengacu pada efisiensi waktu dan kertas misalnya, kenapa tujuan pembelajaran harus ditulis?.

Nah, selamat menyimpulkan, dan begitu dulu ya, insyaalloh nanti saya upload modul-modul Diklatnya agar dapat kita pelajari bersama,  semoga bermanfaat. :D

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: